Assalamualaikum ayah...
Dulu di tahun 2008, aku tahu sangat Engkau senang menyambut bertambahnya 3 huruf di namaku. Drg.. iyaaa meskipun sudah renta berdua emak dateng menghadiri sumpahku. Akupun senang melihatnyaa.. Alhamdulillah, segala puji untukMu Allah. Aku senang mempersembahkan kebahagian untuk mereka dengan nilai tertinggi cumlaude. Saat namaku dipanggil ayah kaget dan terdiam. Yaaa karena aku memang ga cerita, biar surprise.. aku senang sekali melihat mereka.
Terbayang dulu ikutan UMPTN ini diam2 tanpa sepengetahuan ayah, hanya bilang ke emak iseng mau ikutan, dan dibayarin emak dgn uang tabungannya.. so sweet (love bangeeet untuk emak).. karena ayah pikir, aku cukup kuliah di kebidanan saja yang aku udah dinyatakan lulus.
Dan ayah kaget ternyata aku bisa lulus di bandung. Hihihi... pisss yah..
Begitu semangat ayah mengantar aku k jatinangor, bolak balik ngurusin administrasi, dan mencarikan kost an.. aku beneran nangisss ditinggal ayah saat beliau pulang k jambi. Cuma 1 tekad, langkah ini udah kumulai, aku mesti mengakhiri dengan baik.
Setelah wisuda profesi, akupun lgsg keterima ptt di Bungo kampung ayah dan emak. Dan alhamdulillah langsung punya penghasilan. Seneng banget bisa lgsg kasih ortu sedikit2 tp rutin. Ptt cukup 1,5thn dan lgsg keterima pns di jambi. Aku kembali k rumah, dan membawa modal lumayan untuk buka praktek sendiri. Ayahpun dengan tanggap dan semangat menyiapkan tempat praktek di depan rumah. Iyaa, aku memulai praktek di rumah tahun 2009. Menetap di jambinstatus pns dan merintis praktek. Pasien dr 0, sampai do, re, mi.. dibantuin ayah jg promosi, coz komunikasi dia dgn orang2 bagus, mesti diikutin.
2011 menikah dengan tabungan hasil praktek selama 2thn, lumayan tidak memberatkanmu ayah. Praktek terhenti saat aku mesti bedrest saat hamil, ternyata itu awal mula tidak berpraktek sampaaai sekian lama. Hamil ke2 pun mesti bedrest dan aku cukup trauma praktek. Selanjutnya terlalu sibuk menjadi ibu muda dan akhirnya aku mesti pindah titipan k surabaya ikut suami di tahun 2014. Saat hamil ke2 di surabaya, aku mendengar klo ayah masuk RS karena jatuh. Duuuuh itu bikin kaget banget. Aku lgsg terbang ke jambi. Dan memastikan kondisi ayah baik2 aja.
Tahun 2015, aku memulai sekolah spesialis dengan restu suami, ayah dan emak. Meskipun hamil, sangat ringan dijalanin. hati ke hari, bulan le bulan, tahu ke tahun, sekolah itu termyata bener2 menyibukkan diri apalagi dengan anak 1, hamil trus hamil lagi. Fokuskupun terbagi, ayah menjadi terabaikan, meskipun ayah telpon setiap hari, hanya untuk say hello dan menanyakan kabar. Padahal dia sangat rindu anaknya..
Ayaaaah.. tahukah..
Dadaku sesak saat ini memikirkan penyesalanku yg sangat mendalam.
Hari ini di 2 thn yg lalu tepatnya tgl 1 januari 2018, aku merasa sangaaat terpukul sampai tak bisa mengeluarkan air mata setetes pun. Yang aku tahu, aku bertekad, aku harus cepet menyelesaikan semua, aku harus memperbaiki semua hal2 yang telah terabaikan. Dan aku tahu ku tidak hanya telah mengabaikan dirimu ayah, tp jg keluarga kecilku.
Ayaaaah.. aku tahu aku sedih tp aku berada di kondisi yang akupun tak sempat memikirkan diriku sendiri. Aku rapuuuh saat itu, yang aku tahu Allah selalu menepati janjinya setiap kesulitan selalu ada kemudahan.
Yaaahh... semua sudah kulewati meskipun kerikil itu tajam sekali. Aku berdarah, tp ayah pernah meyakinkan kalo semua pilihan ada resikonyaaa.. aku harus mampu melewati itu.
Ayaaaaah.. hari ini aku bener2 rindu. Aku memulai kembali apa yang telah kau mulai untukku. Tempat ini sungguh indah, aku berniat karena Allah dan semoga menjadi amal jariyah untukmu ayah, yang telah membantu aku menjadi saat ini. Aku tak mampu membalas semua kebaikan ayah, semoga sedekah yg rutin aku lakukan, bisa meringankan hisabmu yah dan Allah selalu menjagamu di alam kubur dan mempertemukan kita sekeluarga di kampung surga Allah. Aaamiiiin... aamiiin..